Staf Khusus Presiden RI Hadiri Kuliah Umum di UISU

Staf Khusus Presiden RI Hadiri Kuliah Umum di UISU

Mahasiswa Harus Membangun Jejaring dan Kreatif

Medan-Staf Khusus Kepala Staf Presiden RI, Dimas Oki Nugroho Ph.D menghadiri kuliah umum di UISU, kemarin (24/11). Kuliah yang mengambil tema peran pemuda membangun  wawasan kebangsaan dalam bingkai NKRI di Auditorium UISU Jalan SM Raja Medan dan dihadiri ratusan mahasiswa di lingkungan UISU.

Kehadiran Dimas langsung disambut oleh Ketua Pembinan Yayasan UISU, T. Hamdy Oesman Delikhan Al Hajj, Rektor UISU Prof. Dr. Ir. Mhd. Asaad, MSi dan jajaran Pembantu Rektor lainnya yakni Dr. Liesna Andriany, Dra. Asnawati Matondang MSP, Prof. Efendi Barus dan Drs. Syarifuddin Elhayat, MA.

Sementara itu, Rektor UISU, Prof. Dr. Ir. Mhd Asaad dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Dimas Oky Nugroho di kampus UISU. Rektor menyampaikan bahwa UISU saat ini mengelola 32 Program Studi yang hampir keseluruhannya terakreditasi B. Begitu juga dengan akreditasi institusi UISU mendapat peringkat B dari BAN PT. Selain itu, Rektor juga berkesempatan menyerahkan plakat UISU kepada Dimas sebagai bentuk penghargaan.

Dimas dalam paparannya mengatakan bahwa persoalan utama pemuda hari ini adalah ketergantingan terhadap alat teknologi semisal gadget yang pada akhirnya mengenyampingkan kehidupan sosial (social life), rasa empati dan sisi kemanusiaan dan sosial lainnya. Meskipun, kata lulusan Universitas Airlangga ini, era digital dan kemajuan teknologi memiliki potensi yang luar biasa jika dimaksimalkan secara tepat.

Sebagai contoh, kata dimas, dalam hal dunia pendidikan. Dijelaskannya, dengan canggihnya teknologi dan informasi maka mahasiswa sudah tidak perlu lagi harus ke pustaka karena semua sumber bacaan sudah bisa diakses secara online. “Itu kan memudahkan kalian dalam menjalankan tugas,tapi jangan copi paste,”ujarnya.

Sebab itu, Dimas mengajak seluruh mahasiswa UISU untuk bersama-sama membangun human capital. Artinya bagaimana mahasiswa UISU memiliki akses informasi yang banyak, pendidikan yang tinggi, ketahanan dan keberdayaan diri, akses terhadap pekerjaan dan budi pekerti yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Selain itu, pria kelahiran Pematang Siantar itu juga mengajak seluruh mahasiswa UISU dapat membangun modal sosial (social capital) dalam bentuk pertemanan dan jejaring serta kreatif dalam rangka membangun dan meningkatkan kualitas dan kemampuan diri.

Dalam kuliah umum yang dipandu oleh Taufiq Nasution SH itu, mahasiswa mendapat kesempatan bertanya tentang berbagai hal. Termasuk persoalan keberpihakan kebijakan pemerintah Presiden Jokowi yang selama ini dianggap tidak berpihak dengan umat Islam. Salah satunya adalah penerbitan Perppu Ormas yang dianggap bentuk otoriter dan kesewenangan pemerintah. (humas)