9 Dosen UISU Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya

9 Dosen UISU Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya

9 Dosen UISU Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya

Medan-9 (Sembilan) dosen PNS Kopertis Wilayah I yang bertugas di UISU mendapat penghargaab Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI Joko Widodo bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke 72 Republik Indonesia yang diserahkan Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof. Dr. Dian Armanto, Kamis (17/8).

Ke-9 dosen UISU menerima Satyalancana Karya Satya XX yang ditandatangani Presiden RI Ir. Joko Widodo seperti Prof. Dr. Effendi Barus, MA, Prof. Dr. Ir Nurhayati, MP, Prof. Dr. Tamsil Syafiuddin, Sp.P(K), Dr. Umar Zain, DTM&Sp.PD.,KPTI, Dr. Ir. Said Muzambiq, M.Si, Susilawaty, SH.,M.Hum, dan Drs. Mustaman, M.Ag, dr. Irma Yanti Rangkuti, M.Si, dan Roswita Sitompul, SH, M.Hum, Ph.D.

Satyalancana Karya Satya diberikan karena mereka telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, UU 1945, negera dan pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin secara terus menerus. Diantaranya Dr. Umar Zain, DTM&Sp.PD.,KPTI dan Drs. Mustaman, M.Ag, yang telah mengabdi selama 30 tahun dan dr. Irma Yanti Rangkuti, M.Si, dan Roswita Sitompul, SH, M.Hum, Ph.D yang telah mengabdi selama 10 tahun.

Pada saat yang bersama, Sementara itu Universitas Islam Sumatera Utara juga memperingati Hari Ulang Tahun ke 72 Republik Indonesia dengan menggelar upacara bendera dan dimeriahkan perlombaan oleh keluarga besar UISUdi halaman kampus Jalan SM Raja Medan. Rektor UISU Prof. Dr. Mhd Asaad, Msi selaku inspektur upacara menyatakan,  rasa syukur atas kemerdekaan dapat diaktualisasikan dengan Indonesia Kerja Bersama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Dikatakannya, gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris (bangun semangat kebersamaan gotong royong) buat kepentingan bersama (Soekarno, Juni 1945). “Marilah kita bersama-sama membangun bangsa ini, bergotong-royong, bahu-membahu, bersinergi, dan saling melengkapi mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,”kata Rektor membacakan pidato Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Dikatakannya, HUT RI ke-72 ini sudah seharusnya tidak saja hanya menjadi momen peringatan bagi kita, namun menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan kembali capaian yang telah kita raih dan bersiap atas segala tantangan ke depan. Selama lebih dari tujuh dekade usia kemerdekaan, Indonesia telah berhasil menjadi bangsa besar dengan berbagai kemajuan ekonomi, sosial dan politik. Pembangunan infrastruktur fisik dan manusia tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari ujung Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote. Selain itu, paradigma pembangunan pun telah meningkat dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif, katanya.

Berbagai pencapaian lain juga dapat kita lihat, yakni dengan menurunnya angka kemiskinan, menurunnya tingkat pengangguran, meningkatnya peluang dan akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta banyak aspek lainnya. Namun demikian, dibalik pencapaian yang telah kita peroleh tersebut, terdapat beragam problem yang menjadi tantangan kita baik di tingkat lokal, regional, maupun global.

Salah satu tantangan terbesar kita saat ini adalah persoalan kualitas Sumber Daya Manusia  di Indonesia. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia memiliki tingkat pendidikan rendah dan terkategori tenaga kerja tidak terlatih (unskilled labor) atau berkeahlian rendah-menengah. “Hal ini tidak hanya menjadi tantangan bagi kita di tingkat produktivitas ekonomi, namun juga mempengaruhi daya saing kita di tingkat regional dan global,”ucapnya. (adm)