Agnestia Bangga Milih UISU

Agnestia Bangga Milih UISU

Teks photo
BANGGA: Agnestia Yolanda Purba bersama ibunya. Nuraini Sinaga saat mendaftar di Kampus UISU

 

Agnestia Bangga Milih UISU

Agnestia Yolanda Purba mengaku bangga dapat diterima di Prodi Hukum Perdata di Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara. Sebab UISU, menurut dia, termasuk universitas tertua yang sudah cukup dikenal keberadaannya di masyarakat, termasuk di pelosok desa kampungnya sendiri di Perdagangan.

Di Perdagangan ada banyak masyarakatnya yang kuliah di UISU. Jadi UISU sudah tak asing lagi bagi kami, kata Agnestia ketika diwawancarai staf Humas UISU terkait pilihannya memilih UISU, Kamis, kemarin, di kampus Jalan SM Raja Medan. Agnestia adalah satu dari ratusan lulusan SMU/SMK yang memilih UISU untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Sumatera Utara.

Nuraini Sinaga yang turut mendampingi anaknya Agnestia juga mengakui bahwa dia tahu adanya UISU, karena banyaknya warga Perdagangan yang kuliah di UISU.”Tentu saja saya senang hati bila Agnestia dapat diterima di kampus UISU,”begitu harapan sang mama.

Bagi Nuraini memasukan anak ke perguruan tinggi bukan yang pertama, sebab anak pertamanya juga sudah menyelesaikan perkuliahan di Hukum Perdata pada salah satu perguruan tinggi di Jakarta. “Tetapi bagi saya, Agnestia sebaiknya kuliah di UISU saja, tidak boleh terlalu jauh ke Jakarta. Kalau di Medan lebih mudah terpantau,”begitu kata Nuraini Sinaga yang terlihat begitu semangat agar anaknya dapat diterima di UISU.

Nuraini mengakui tidak didampingi sang sumi, karena masih sibuk bekerja di Perdagangan. Lagi pula, katanya, sang suami kepingin istrinya bisa mandiri, tanpa didampingi terutama dalam urusan anak kuliah. Agnestia ketika itu mengakui bahwa memilih Hukum Perdata menurut langkah kakaknya di Jakarta yang merasa lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan.”Ini adalah pengalaman kakakku, mudah-mudah juga begitu bagiku,”kata Agnestia, alumni SMA Negeri Perdagangan itu sambil sedikit tersenyum.

Pada kesempatan itu Agnestia berharap, perkuliahannya di UISU dapat diselesaikan dalam waktu yang sesingkatnya, sehingga kelak bisa menyusul kakaknya bekerja di Jakarta. Nuraini juga berpesan kepada putri bungsunya itu agar tidak menyenyia-nyiakan harapan kedua orangtua. Belajar dengan rajin hingga memperoleh sarjana, dan tidak mudah terpengaruh dengan pergaulan yang tidak baik dengan teman-teman.

“Saya memang sedikit agak kawatir dengan pergaulan dan gaya hidup anak muda sekarang ini, dengan berbagai kenakalan. Karena itu saya memang mengharapkan agar Agnestia dapat rumah kos yang terjamin keamanannya,”begitu ucap Nuraini. Nuraini memang terlihat tidak merespon dengan kata-kata apa yang menjadi kekawatiran sang mama, tetapi dari pancaran wajahnya, seolah memberi jaminan bahwa diri akan sungguh-sungguh belajar, dan tidak akan mengecewakan orangtuanya.