UISU-UII Gelar Lokakarya Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu

UISU-UII Gelar Lokakarya Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu

Teks Foto

LOKAKARYA SPM: Rektor UISU Prof. Dr. Ir. Mhd. Asaad, M.Si dan Pembantu Rektor UII Bidang Akademik Dr. Ing. Ilya Fadjar Maharika foto bersama usai menyerahkan cinderamata didampingi Pengurus Yayasan UISU, OK Nazaruddin Hisyam. MS, Ketua LPM UISU, Ir. Siti Rahma SIbuea dan Kepala Badan Penjaminan Mutu UII, Kariyam, M.Si.

Ciptakan Budaya Mutu Menuju Prodi Unggul UISU

UISU-UII Gelar Lokakarya Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu

MEDAN- Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menggelar lokakarya pengembangan sistem penjaminan mutu yang merupakan program asuh menuju prodi unggul Kementrian Ristek Dikti. Pelaksanaan lokakarya digelar selama 3 hari (25 – 27 Juli) di Aula Kampus Fakultas Kedokteran UISU Jalan STM Medan.

Hadir dalam pembukaan lokakarya, Rektor UISU Prof. Dr. Ir. Mhd. Asaad, M.Si didampingi jajaran Pembantu Rektor, Dr. Liesna Andriany  dan Drs. Syarifuddin Elhayat, MA. Tampak juga pengurus Yayasan UISU, Drs. OK Nazaruddin Hisyam, MS, Dra. Chairina. Sos, Msi dan Hj. Masnun SH, M. Hum. Sementara itu dari pihak UII, hadir Pembantu Rektor UII Bidang Akademik Dr. Ing. Ilya Fadjar Maharika serta Kepala Badan Penjaminan Mutu UII Dra. Kariyam. M.Si, Kepala Bidang Audit Mutu Internal UII, Tito Yuwono, MSc serta pemateri lainnya dari UII yakni Dr. Sefriani, SH, M.Hum, dan DR. Jaka Nugraha, MSi.

Dalam paparan awalnya,  Dr. Ing. Ilya Fadjar Maharika dihadapan pimpinan fakultas, Program Studi dan GKM Prodi se- UISU mengajak agar UISU dapat menciptakan budaya mutu. UII, kata Pembantu Rektor Bidang akademik itu sudah melewati dalam menciptakan budaya mutu siap untuk melakukan sharing dengan UISU. “Sebagai perguruan tinggi yang memiliki kesamaan platform, kita berharap dapat sharing dengan UISU,”ujarnya.

Kenapa harus budaya mutu?, menurut Dr. Ing. Ilya Fadjar Maharika, jika berbicara sistem maka akan terjebak kepada teori dan rentan terhadap kegagalan. Sebaliknya, budaya mutu diharapkan merupakan suatu yang lahir dari masing-masing orang yang terlibat dalam perguruan tinggi yang menghasilkan budaya. “Jadi setiap dari kita adalah agent quality,”katanya.

Jadi, acara yang digelar selama 3 hari ini diharapkan merupakan ajang transfer pengalaman dan pengetahuan antara UII dengan UISU dalam hal penjaminan mutu. Harapannya, UISU dapat mengimplementasikan sistem penjaminan mutu yang pada akhirnya dapat melahirkan program studi unggul yang ada di lingkungan UISU.

Sementara itu, Rektor UISU Prof. Dr. Ir. Mhd. Asaad, M.Si dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang digagas antara UII dan UISU khususnya antara Badan Penjaminan Mutu UISU dengan Lembaga Penjaminan Mutu UISU. Pihaknya berharap kegiatan lokakarya yang diikuti oleh seluruh pimpinan fakultas dan program Studi ini dapat berjalan lancar dan diimplementasikan untuk menghasilkan sistem penjaminan mutu UISU menuju program studi yang unggul sesuai dengan tujuan program hibah dari Kementerian Ristek Dikti itu.

Rektor UISU pada kesempatan yang sama juga menyerahkan cinderamata kepada Tim dari UII yang diterima Pembantu Rektor Bidang Akademik UII Dr. Ing. Ilya Maharika. Tutur mendampingi pengurus yayasan serta unsure pimpinan dari UISU lainnya.

Kepala Badan Penjaminan Mutu UII, Kariyam, M.Si dalam penjelasannya kepada peserta lokakarya mengatakan bahwa kegiatan lokakarya ini akan dilanjutkan dengan kegiatan studi banding dan magang ke UII Yogyakarta pada bulan Agustus mendatang. Selain itu, dalam kegiatan lokakarya selama 3 hari itu seluruh materi sepenuhnya disampaikan dari Tim UII. Diantaranya, Implementasi SPM di UII, Harmonisasi SMPI dan SPME, Strategi Implementasi SPMI di UII (Sasaran Mutu), Standar SPMI, Manual SPMI, Audit dan Teknik Audit serta Membuat Borang Audit dan materi lainnya yang terkait dengan dokumen mutu.