BI Corner UISU Diresmikan

BI Corner UISU Diresmikan

BI Corner UISU Diresmikan

Dosen Diminta Menulis

MEDAN

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Arif Budi Santoso, bersama Rektor UISU Prof. Dr. Mhd Asaad, Msi, Ketua Pembina Yayasan UISU T. Hamdy Oesman Delikan Alhajj dan sejumlah Pembantu Rektor meresmikan BI Corner Universitas Islam Sumatera Utara yang berada di Perpustakaan Fakultas Ekonomi kemarin (19/7).

BI Corner merupakan perpustakaan mini yang menyediakan buku ekonomi seperti bisnis, perbankan, managemen ekonomi Islam, perbankan syari’ah, hukum perbankan, perpajakan, ensiklopedia dan masih banyak lainnya. Selain itu BI Corner juga dilengkapi dengan fasilitas lainnya seperti komputer dan televisi (Audio Visual) untuk menunjang informasi dan memberikan kenyamanan bagi mahasiswa.

Melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Program Sosial Indonesia Cerdas, keberadaan BI Corner bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya mahasiswa tentang ekonomi dan dunia perbankan. Sehingga dengan ini pula diharapkan mereka mengenal lebih jauh tentang fungsi dan tugas Bank Indonesia.

BI Corner, menurut Arif, untuk mempermudah akses mahasiswa dan dosen mendapatkan informasi atau data nasional dan internasional mengenai Bank Sentral, ekonomi secara umum, mengenai cartel, dan sebagainya. Dengan BI Corner ini akan membantu para mahasiswa dan dosen untuk melakukan kajian terkait Bank Central dan ekonomi secara umum, jelas Arif. Dia juga menambahkan bahwa BI Corner ini juga bertujuan untuk mencerdaskan dan sekaligus memberi pendidikan yang pada akhirnya akan mampu mensejahterahkan masyarakat.

Rektor Prof. Dr. Mhd Asaad, Msi pada kesempatan itu mengingatkan para mahasiswa dan dosen untuk benar-benar memanfaatkan BI Corner untuk memperoleh informasi dan menambah wawasan mengenai ekonomi dan dunia perbankan. Rektor juga berharap perpustakaan harus senantiasa ramai dikunjungi bukan saja oleh mahasiswa tetapi juga para dosen. Karena itu Perpustakaan juga  harus memiliki daya tarik untuk dikunjungi, selain menyediakan buku, ruangan yang nyaman, bila perlu perpustakaan juga harus menyiapkan kantin. Sehingga pengunjung merasa betah tinggal di ruangan perpustakaan lebih lama.

Pada kesempatan itu Rektor juga  mengingatkan para dosen untuk membiasakan diri menulis buku, karya ilmiah di jurnal maupun di media massa dengan benar dan jujur. Rektor memandang perlu dosen memiliki kemampuan menulis guna mengembangkan ilmu pengetahuan. Seorang pengajar, khususnya dosen, pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari aktivitas menulis, baik buku ataupun jurnal. Hal tersebut dilakukan untuk mengasah kemampuan akademik dosen sebagai kelompok intelektual, tegasnya lagi.