Peringatan Nuzulul Quran dan Buka Bersama Civitas Akademika UISU

Peringatan Nuzulul Quran dan Buka Bersama Civitas Akademika UISU

TEKS FOTO : Ketua Umum Yayasan UISU Prof. Dr Zainuddin, MPd didampingi Ketua BKM Jamik UISU, Abdullah Ari menyerahkan bingkisan bagi para anak yatim, di Masjid Jamik Kampus UISU Jalan SM Raja Medan dalam acara peringatan Nuzul Quran sekaligus berbuka puasa

Rektor : Hindari Isu Merugikan UISU

Peringatan Nuzulul Quran dan Buka Bersama Civitas Akademika UISU

MEDAN-Rektor Prof. Dr. Mhd Asaad, MSi mengingatkan kalangan civitas akademika untuk memperkokoh tali silaturrahim dan menghindari berbagai isu yang dapat merugikan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Rektor UISU prof Dr Mhd Asaad, MSi menyampaikan pesan itu pada acara peringatan Nuzul Quran dan buka puasa bersama kalangan civitas akademika UISU, serta santunan anak yatim di  Masjid Jamik Kampus UISU Jalan SM Raja Medan, Kamis (15/6).

Hadir pada kesempatan itu Ketua Pembina Yayasan UISU T Hamdy Osman Delikkan Alhajj, Ketua Umum Yayasan, Prof. Dr. Zainuddin, MPd, para Pembantu Rektor, Dekan, Dosen, Pengurus Ikatan Alumni, para mahasiswa, serta puluhan anak yatim di Kota Medan.“Kalau ada isu-isu miring dan merugikan UISU, hendaknya kita bijak untuk melakukan seleksi atau tabayun,”kata Rektor.

Dikatakanya Rektor, pesan itu sangat tepat disampaikan pada moment bulan Ramadhan ini. Sebab, katanya, puasa yang dijalankan selama hampir satu bulan memiliki fungsi yang cukup strategis dalam membentuk kepribadian yang taqwa. “Karena puasa mengajarkan kita berbagai kebaikan sosial dan ketaatan  yang tinggi terhadap Allah SWT,”katanya. Terlebih bagi UISU secara institusi, moment bulan Ramadhan ini juga sangat strategis dalam kaitannya perkembangan institusi karena merupakan moment penerimaan mahasiswa baru.

Pada keempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan UISU Prof. Dr. Zainuddin, MPd menegaskan, sebagai umat muslim agar senantiasa menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup. Sebab dengan berpedoman kepada kitab suci tersebut membuat umat manusia senantiasa berada di jalan yang benar. “Selama ini yang membuat kita terjerumus dalam kekejian, memperkosa hak orang fitnah, dan menyebar isu buruk lainnya, karena diri kita jauh dari Alquran,” kata Zainuddin.

Sementara itu, dalam ceramah singkatnya Ustadz Abdurrahman mengingatkan bahwa yang terpenting dari pemahaman  terhadap nuzul quran adalah bukan lagi persoalan turunnya Alquran dari lauhul mahfudz ke muka bumi. Tetapi yang terpenting saat ini adalah bagaimana manusia bisa menurunkan Alquran ke dalam hatinya, lalu singgah ke akal pikirannya, dan keluar melalui ucapannya, serta tindakan yang benar-benar sesuai dengan isi kandungan Alquran itu sendiri. “Dalam konteks nuzulul Quran, tugas kita adalah melakukan kontektualisasi ajaran dan pesan yang terkandung dalam peristiwa nuzulul Quran. Kita harus selalu berdampingan dengan Alquran dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatan. Persahabatan kita dengan Alquran baru sebatas pragmatis dan belum menjadi sesuatu yang harmonis sehingga Alquran belum membuka solusi terhadap problem kehidupan,”ucapnya.

Acara yang digelar  di mesjid Jamik Kampus UISU Jalan SM Raja Medan berlangsung khidmat. Selain ceramat juga dilakukan pemberian bantuan kepada anak yatim. Kemudian dilanjutkan dengan acara berbuka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaan serta makan bersama.