UISU Peringati Isra’ Mi’raj dan Sambut Ramadan

UISU Peringati Isra’ Mi’raj dan Sambut Ramadan

Rektor Ajak Khatam Alquran

MEDAN :Rektor Universitas Islam Sumatera Utara Prof. Dr. Mhd Asaad, Msi mengajak kalangan civitas untuk melakukan beberapa kali khatam Alquran pada bulan suci Ramadhan 1438 H.
“Kita harus bisa khatam quran beberapa kali dalam bulan suci Ramadan tahun ini agar bisa memberi berkah bagi kemajuan UISU, kata Rektor pada acara peringatan Israk Mikraj, Rabu (10/5) di Masjid Jamik Kampus Jalan SM Raja Medan.
Peringatan Isra’ Mikraj yang digelar Badan Kenaziran Masjid Jamik Kampus UISU dihadiri ratusan mahasiswa, Ketua Yayasan UISU Bidang Pengembangan Kampus, Syahrial Ams, SH, M.Hum, Pengawas Yayasan, Usman Nasution, para Pemabantu Rektor, Dekan, Pembantu Dekan, dosen, dan para pegawai.
 “Menjelang dekatnya bulan suci Ramadan, mari kita saling maaf memaafkan, sehingga kita bisa menjalankan ibadah puasa sebulan penuh kekusukan,” begitu kata rektor.
Rektor juga menekankan penting membangun suasa kampus yang hidup di bulan suci Ramadan, dengan berbagai kegiatan ibadah seperti katam quran dan kegiatan keagamaan lainnya.
Pada kesempatan itu dia juga tidak lupa mengingatkan kalangan civitas untuk sama-sama membangun imej yang baik di luar tentang keberadaan UISU saat ini, dan yang tak kalah pentingnya adalah mengajak calon mahasiswa untuk kuliah di kampus UISU.
Dr. Anshari Yamamah, MA selaku penceramah menjelaskan bahwa Israk Mikraj selain masalah perintah menunaikan salat lima waktu, juga Allah memperlihatkan kebesaran-Nya agar manusia mau memimikirkannya.
Umat Islam hari ini, menurut Anshari, sudah tertinggal jauh dalam perkembangan since dan teknologi, karena malas berpikir. Padahal sebelumnya umat Islam pernah mengalami masa keemasan, karena mengusai ilmu pengetahuan.
Anshari sangat menekankan agar umat Islam menjadi umat yang ulil albab (pemikir) sehingga mampu merancang masa depan yang lebih baik.
“Orang yang beriman, dengan memiliki ketauhidan yang kuat pada Allah akan mampu merancang masa depan,”ucap Anshari, Dosen UINSU itu.
Menurut dia, tanpa berpikir keras dan tanpa kemampuan menemukan hal-hal yang baru, maka kita akan tertinggal dan tidak diperhitungkan. Karena itu tidak ada bangsa besar di bumi ini tanpa ada kalangan pemikirnya.