Menkes Ajak Mahasiswa Sukseskan Gerakan Masyarakat Sehat  (Germas)

Menkes Ajak Mahasiswa Sukseskan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas)

Menkes Ajak Mahasiswa Sukseskan Germas

//Tahun Ini Indonesia Butuh 1000 Dokter Spesialis//

MEDAN-Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. DR. dr. Nila D. F Moeloek, Spm (K) mengajak mahasiswa sebagai kaum intelektual khususnya mahasiswa fakultas kedokteran untuk mensukeskan gerakan masyarakat sehat (GERMAS)  yang saat ini sedang marak disosialisasikan ke daerah-daerah. Hal itu diungkapkannya saat menjadi keynote speaker dalam  diskusi panel bertema “Kesiapan Ekonomi Indonesia untuk Suksesnya Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) Cakupan Semesta 2019 demi Indonesia Sehat” di Aula Fakultas Kedokteran UISU, Jalan STM, Medan pekan lalu.

Saat ini, diperkirakan sekitar 26,1 persen masyarakat Indonesia kurang melakukan aktivitas fisik. Akibatnya masyrakat terancam penyakit hypertensi, diabetes dan kanker. Pada akhirnya, hal itu akan mengakibatkan menurunkan perekonomian karena banyaknya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan. Sebab itu, kata Menkes, pemerintah berharap mahasiswa sebagai kaum intelektual khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran dapat mensukseskan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

Dikatakan Menkes, pihaknya terus menyosialisasi program tersebut ke daerahdaerah dan melakukan koordinasi dengan kementerian lintas sektoral. Dikatakannya, program ini belum terlalu terekspos untuk itu pihaknya berharap mahasiswa kedokteran dapat ikut menyosialisasikannya. “Mahasiswa harus jadi pelopor Gerakan Masyarakat Sehat ini. Mahasiswa kedokteran harus ikut mencegah timbulnya penyakit di kalangan masyarakat,”kata Menkes dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI)  bersama BEM FK UISU itu.

Dalam acara itu, hadir Ketua Umum dan Sekretaris Umum Yayasan UISU Prof. Dr. Zainuddin, MPd dan Mhd. Idris SH, MH. Selain itu juga Rektor UISU, Prof. Dr. Ir. Mhd. Asaad, MSi beserta jajaran Pembantu Rektor UISU yakni Dr. Dra. Liesna Andriany, M.Pd, Dra. Asnawati Matondang, MSP, Prof. Dr. Efendi Barus, Ph.D serta jajaran Dekan Fakultas di lingkungan UISU. Sementara itu, peserta diskusi panel terdiri dari perwakilan 74 Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran se-Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia.

Dihadapan ratusan mahasiswa kedokteran se-Indonesia itu, Menkes juga mengatakan bahwa Indonesia masih membutuhkan 1000 dokter spesialis. Persoalannya saat ini, lanjut Menkes terdapat perbedaan yang mencolok tentang rasio dokter spesialis antara propinsi khususnya kota-kota besar. Saat ini, rasio tertinggi dokter spesialis terdapat di DKI Jakarta, Jogja dan  Bali. Sebaliknya untuk propinsi NTT, Sulawesi Barat dan Maluku Utara rasio dokter spesialis sangat rendah.

Terkait hal itu, pada tahun 2017 ini pemerintah akan melakukan pemerataan dokter spesialis untuk spesialis bedah, anak, penyakit dalam, kebidanan dan anastesi. Berdasarkan rasio penduduk, diperkirakan kebutuhan dokter spesialis untuk tahun ini mencapai 1000 orang. Untuk itu, pihaknya mengharapkan Perguruan Tinggi dapat menghasilkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Rektor UISU, Prof. Dr. Mhd. Asaad M.Si usai acara mengucapkan terimakasih atas kehadiran Menteri Kesehatan RI Prof. DR. dr. Nila D. F Moeloek, Spm (K) di Kampus FK UISU Medan. Rektor berharap paparan yang disampaikan Menteri Kesehatan dapat ditindaklanjuti mahasiswa dalam rangka pengembangan kompetensi keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam hal Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) untuk mensukseskan Gerakan Jaminan Kesehatan (JKN) menuju Indonesia sehat. (rel)