100 Ustazd Betekad Sosialisasikan Integrasi UISU

MEDAN| Kalangan Rektorat, dekanat dan Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara menggelar pertemuan dengan seratusan ustazd/ulama se Kota Medan pada hari Sabtu, lalu di kampus Jalan SM Raja Medan.

Seratusan ustazd menyatakan menyambut baik atas bersatunya kembali Universitas Islam  Sumatera Utara yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara. Mereka juga bertekad untuk menyosialisasikan integrasi UISU ke tengah-tengah masyarakat muslim yang ada di Kota Medan.

Para ustazd sangat berharap agar ke depannya tidak ada lagi perpecahan di internal UISU, karena perpecahan itu sangat merugikan perkembangan UISU dan sekaligus merugikan masyarakat muslim di tanah air.

Kita merasa malu mendengar adanya perpecahan di tubuh UISU, karena UISU sendiri indentik dengan Islam, kata seorang ustazd ketika memberikan komentarnya dalam pertemuan itu.

Ustazd Khaidir, MA, ustazd Zainuddin, dan Ustazd Darso yang hadior di antara seratusan ustazd lainnya  sangat berharap suasana keislaman dapat di bangun di kampus UISU, dan tali silaturrahim di antara civitas akademika UISU diperkuat.

Rektor Dr  Ir Mhd Asaad, Msi menyatakan rasa bangganya atas kehadiran para ustazd tersebut dan sangat berharap dapat mensosialisasikan integrasi UISU ke tengah-tengah masyarakat, sehingga masyarakat tidak ragu lagi untuk mengenyam pendidikan di kampus UISU.

Selama ini diakui Asaad, bahwa masyarakat merasa bingung melihat keberadaan UISU, terutama kalangan alumni juga merasa malu jika ditanya alumni lulusan UISU yang mana sehingga tidak bisa menjawab.

Dijelaskan Asaad telah 7 tahun UISU berada dalam perpecahan, alhamdulilah atas rahmat Allah SWT pada 11 September 2013 telah diadakan nota  kesepahaman tentang penyatuan akademik , mahasiswa dan dosen UISU.

Menurut rektor menyatukan UISU memakan waktu cukup panjang dan bukan pekerjaan yang mudah, karena yang disatukan bukan hanya akademik tetapi juga menyatukan hati. karena itu penyatuan ini merupakan rahmat Allah.

Penyatuan kembali UISU harus disambut dengan rasa syukur kepada Allah SWT, biar Allah akan menambah rahmatnya lagi, tetapi jika tak disyukuri tunggu azab Allah yang amat pedih, ucap rektor.

Ketua Yayasan UISU Bidang SDM, Drs H Ali Amran Tanjung, MH pada kesempatan itu mengakui bahwa sebelumnya juga telah terjadi perbedaan pandangan di kalangan ustazd tentang keberadaan UISU yang sah, ada yang beranggapan yang sah ada UISU Jalan SM Raja Medan yang dipimpin Helmi Nasution, dan ada yang beranggapan yang sah  UISU yang ada di Jalan Karya Bakti.

“Kami sendiri paham benar bahwa UISU adalah milik umat, karena itu perlu peran para ulama dan ustazd ikut membesarkan UISU,” ucap Amran.

Amran juga berharap UISU benar-benar dijalankan sesuai konsep Islam, yakni apabila azan segala aktivitas dihentikan, berkomunikasi secara islami, dan berpakaian juga secara islami dan setiap pimpinan di fakultas benar-benar memahami Islam sesuai dengan kelembagaan yang dipimpinnya.

Pada kesempatan itu Amran menyatakan rasa optimisnya bahwa calon mahasiswa yang akan masuk ke UISU pada tahun-tahun depannya akan semakin meningkat disebabkan UISU semakin kondusif.

Pembantu Rektor IV Drs H Syarifuddin Elhayat, MA mengakui bahwa sebelum-sebelumnya UISU cukup Islami  bahkan dalam bidang busana, mahasiswi yang non muslim juga diwajibkan mengenakan busana muslimah. Begitu di masjid pada menjelang zuhur diadakan ceramah 15 menit. Namun belakangan hal-hal seperti itu mulai terbaikan, karena itu kedepan harus dikembalikan seperti semula.