MILAD UISU KE 63

eapxvnn2
Gubsu Gatot Pujo Nugroho saat memberi sambutan pada Milad UISU di Auditorium UISU Jalan SM Raja Medan, Rabu 7 Januari 2015

Bumikan Alquran di UISU
 
MEDAN
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho berharap agar Alquran sebagai kitab suci dapat dibumi, di kampus Universitas Islam Sumatera Utara  sehingga Alquran benar-benar dijadikan petunjuk dalam setiap aktivitas.
Akademika UISU tidak boleh mengacuhkan Alquran, karena itu para pimpinan UISU dan dosen, dan mahasiswa UISU harus bisa mengkhatam Alquran minimal dalam satu bulan sekali. Selama ini tertinggalnya Islam, karena umatnya acuh terhadap Alquran,kata Gubsu pada acara Milad ke 63 Yayasan UISU, dan 64 UISU, Rabu (7/1).
Hadir pada acara itu Wakil Ketua DPRD Sumut T Milwan, Kodam I/BB , Kapoldasu, Ketua Pembina Yayasan UISU T Hamdi Osman Delikhan  Alhajj gelar Raja Muda, Ketua Yayasan UISU Prof Dr Zainuddin, MPd, para Pembantu Rektor, dosen dan mahasiswa.
Gubsu pada kesempatan itu  menyatakan rasa kegembiraannya atas bersatunya kembali UISU. Dan ini juga merupakan kegembiraan bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya masyarakat muslim.
Bersatunya UISU juga merupakan bagian dari program Sumut bangkit, yang salah satunya adalah membangun semangat religiusitas yakni menjadikan masyarakat Sumut yang religius, berakhlak, dan memiliki semangat berkompetensi tertutama menghadapi pasar bebas Asean.
“Kami berharap UISU dapat menjadi mitra dalam membangun Sumatera Utara menjadi lebih baik ke depan,”ucap Gatot disambut tepuk tangan hadirin.
Gubsu juga berharap setelah penyatuan ini proses belajar mengajar di UISU dapat berjalan dengan baik. Dan civitas akademika juga senantiasa bersyukur kepada Allah.
“Milad ini menjadi semangat kita bersaama untuk menjadikan UISU lebih baik ke depannya,”ucap Gatot lagi.
Rektor UISU Dr Ir Mhd Asaad, Msi pada kesempatan itu memaparkan kembali tentang sejarah berdirinya UISU pada 7 Januari 1951, sebagai perguruan tinggi pertama yang berdiri di luar pulau Jawa yang diprakarsai antara lain Sultan Osman Al Tsani Raja Deli dan A Hakim Gubernur Sumatera Utara serta tokoh pemuda Islam yakni bahrum Djamil, Adnan Benawi, Sariani AS, Rivai Abdul Manaf Nasution, dan Sabaruddin Ahmad.
Rektor juga memaparkan bahwa proses penyatuan akademik sangat penting peranannya dalam menyelenggarakan UISU sebagai salah satu PTS tertua di  luar pulau Jawa. UISU sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi di Sumut umumnya dan di Kota Medan khususnya meiliki visi yakni UISU menjadi perguruan tinggi Islami, andal, teruji dan bermartabat mulia, dicintai oleh masyarakat dan diridai Allah SWT. Karenanya setiap warga UISU harus memahami, menghayati dan mengemplementasikan wijhah ini dalam menjalankan aktivitas di lingkungan UISU dan masysrakat.
Untuk mencapai wijhah ataui visi UISU ini maka yang menjadi khittah atau misi UISU adalah melaksanakan Tri darma pendidikan tinggi dan dakwah Islamiyah agar dapat membentuk sarjana muslim yang nasionalis, berkualitas, beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, berilmu dan beramal saleh, turut berperan dalam pembangunan umat Islam, agama, bangsa dan negara Republik Indonesia demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat manusia.
Rektor mengajak kalangan civitas akademika untuk satu hati dan fikiran untuk memajukan UISU. Dan sekaligus menerapkan akhlak yang baik terutama saling menghormati sesama warga UISU.
“Mari kita saling menjaga aib dan menjauhi prasangka di dalam maupun di luar kampus UISU karena Allah SWT melarang keras aib seseorang diceritakan,”ucap rektor.
Ketua Yayasan UISU Prof Dr Zainuddin, MPd mengakui bahwa UISU memiliki potensi cukup besar untuk menjadi lebih jaya masa masa mendatang. Karena itu dia juga berharap dilakukan pembenahan fasilitas dan pembenahan keuangan UISU.